Page 43 - PDRB Menurut Lapangan Usaha 2008-2012

Perkembangan PDRB Menurut Lapangan Usaha
PDRB Menurut Lapangan Usaha Provinsi Kalimantan Tengah 2008-2012
27
Produk Domestik Regional Bruto menurut lapangan usaha dibagi menjadi
sembilan sektor dan masing-masing sektor produksi dirinci menjadi sub
sektor. Pembagian menjadi sub sektor tersebut merupakan standarisasi
secara nasional sehingga PDRB Kalimantan Tengah dapat dibandingkan
secara nasional dan internasional. Analisis perkembangan PDRB
Kalimantan Tengah setiap sektor diuraikan dalam bab ini sebagai berikut :
3.1
PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN DAN PERIKANAN
Kalimantan Tengah masih mengandalkan sektor pertanian dalam
mendorong pertumbuhan ekonomi. Sektor ini bahkan perekonomian
Kalimantan Tengah sensitif sekali terhadap perubahan sub sektor tanaman
bahan makanan (tabama) dan perkebunan karena kedua sektor ini
memberikan kontribusi yang relatif besar dan merupakan sub sektor yang
menjadi lapangan usaha utama masyarakat yang bekerja.
Sub sektor perkebunan berkontribusi sebesar 44,16 persen pada
pembentukan NTB (nilai tambah bruto) sektor pertanian, dan
menyumbang sebesar 12,36 persen terhadap PDRB Kalimantan Tengah
pada tahun 2012. Dengan peranan yang sebesar itu menjadikan sub sektor
ini sektor unggulan bagi perekonomian Kalimantan Tengah. Komoditas
unggulan di sub sektor ini adalah kelapa sawit dan karet. Pada tahun 2012,
pertumbuhan sub sektor perkebunan agak melambat dibandingkan tahun-
tahun sebelumnya (2,72%) dan memberi kontribusi pada pertumbuhan
PDRB Kalimantan Tengah sebesar 0,41 persen.
Penyebab pertumbuhan sub sektor perkebunan yang melambat
adalah penurunan harga CPO (
Crude Palm Oil
),
yang merupakan produk
olahan dari kelapa sawit, di pasar dunia. Penurunan harga ini dikarenakan
kenaikan produksi CPO di Malaysia. Penyebab lainnya adalah kenaikan
persediaan kedelai, sebagai barang substitusi CPO, di Amerika Serikat.
Kenaikan harga tersebut berpengaruh terhadap permintaan CPO dan
produksi kelapa sawit di Indonesia dan juga Kalimantan Tengah.